Rancang Bangun Pewartaan Injil pada Suku Nias melalui Sanggar Tari

Eriyani Mendrofa, Aji Suseno, Carolina Etnasari Anjaya

Abstract


Evangelism in Nias is something that is rarely done considering that Christianity has become the religion of the majority of the community. This religious status was obtained from birth because he followed the religion of his parents. However, this does not guarantee that someone has accepted Jesus as Lord and Savior, there are still churches that have not experienced being born again. That is why evangelism is still done in order to experience the new birth and become a true Christian. From the perspective of the Great Commission, preaching the gospel is a task that must be carried out by every believer. How evangelism is carried out in Nias, how dance culture studios serve as doors for evangelism, as well as the application of the Great Commission through culture are the main topics of discussion in this paper. The method used is a literature study with qualitative analysis, using books and research results on Nias. There are three stages of evangelism carried out, namely: introductions based on friendship (Fahuwusa), associations packaged in the form of dance studio exercises (angowuloa), and gospel preaching (Foturiaigo). The dance studio is an attraction for young Nias people to be willing to spend time together. The meeting will be accompanied by a prayer meeting and spiritual guidance. The purpose of this research can be used as a basis for preaching the gospel to the Nias people with a cultural approach.

  

Abstrak

Pewartaan Injil di Nias merupakan suatu hal yang jarang dilakukan mengingat agama Kristen telah menjadi agama mayoritas masyarakat.  Status agama tersebut diperoleh sejak lahir karena mengikuti agama orangtua. Namun, hal itu tidak menjamin seseorang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, masih juga terdapat jemaat yang belum mengalami lahir baru.  Itulah sebabnya penginjilan tetap dilakukan agar mengalami kelahiran baru dan menjadi Kristen sejati. Dalam perspektif Amanat Agung, pemberitaan Injil merupakan suatu tugas yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Bagaimana penginjilan dilakukan di Nias, dan seperti apa sanggar budaya tari menjadi pintu penginjilan, serta penerapan Amanat Agung melalui budaya merupakan pokok pembahasan dalam tulisan ini.  Metode yang dipakai adalah studi pustaka dengan analisis kualitatif, menggunakan buku-buku dan hasil penelitian tentang Nias. Ada tiga tahap penginjilan yang dilakukan yaitu: perkenalan yang dilandasi dengan dasar persahabatan (fahuwusa), perkumpulan yang dikemas dalam bentuk latihan sanggar tari (angowuloa), dan pemberitaan Injil (Foturiaigo).  Sanggar tari merupakan daya tarik bagi anak muda Nias agar bersedia meluangkan waktu berkumpul.  Dalam pertemuan tersebut akan disertai dengan persekutuan doa dan bimbingan rohani. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai dasar untuk memberitakan Injil pada suku Nias dengan pendekatan budaya.

 


Keywords


church mission; culture approach; dance studio; evangelism; Nias island; misi gereja; Nias; pendekatan budaya; penginjilan; sanggar tari

Full Text:

PDF

References


Anjaya, Carolina Etnasari. “Fenomena Persekusi Ekspresi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Kristen.” Jurnal Lentera Nusantara 1, no. 1 (2021): 1–12.

———. “Pendidikan Kristen dalam Kearifan Lokal Falsafah Jawa Upaya Membangun Iman Keluarga.” Discreet: Journal Didache of Christian Education 1, no. 2 (2021): 99–107.

Anjaya, Carolina Etnasari, dan Yonatan Alex Arifianto. “Mengembangkan Misi Gereja dalam Bingkai Moderasi Beragama.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 1–10. https://doi.org/10.55884/thron.v3i1.27.

Arif, Johan. “Berkat Dakwah Tri, Muslim Lolowau di Nias Selatan Bertambah.” Khazanah, 2011.

Arifianto, Yonatan Alex, dan Carolina Etnasari Anjaya. “Menggereja yang Ramah dalam Ruang Virtual: Aktualisasi Iman Kristen Merawat Keragaman.” JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO 4, no. 2 (2022).

Boice, J. M. Dasar-Dasar Iman Kristen (Foundation of the Christian Faith). Surabaya: Momentum, 2011.

Collins, Gary R. Konseling Kristen yang Efektif. Malang: Gandum Mas, 2007.

Dwiraharjo, Susanto. “Kajian Eksegetikal Amanat Agung menurut Matius 28:18-20.” Jurnal Teologi Gracia Deo, 2019, 56–73.

Eli, Zaluchu Sonny. Sistematika dan Analisis Data Riset Kuantitatif (Edisi 3). Golden Gate Publishing Semarang. Semarang: Golden Gate Publising, 2018.

Harming. “Metode Penginjilan Yesus dalam Yohanes 4:1-42.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 2017.

Hartono, Stanley M. Oknum Roh Kudus. Malang: Gandum Mas, 2001.

Hesselgrave, David J., dan Edward Rommen. Kontekstualisasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Laia, Kejar Hidup. “Pertumbuhan Gereja Dan Penginjilan Di Kepulauan Nias.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 2, no. 2 (2019): 286–302.

Larson, Bruce, Paul Anderson, dan Doug Self. Pelayanan Penggembaan yang Ideal. Malang: Gandum Mas, 1996.

Purba, Jotam. “Wawancara kepada Jemaat di Nias.” 2021.

Robinson, D. W. Total Church Life: Kehidupan Gereja yang Utuh. Bandung: Literatur Baptis, 2004.

Schreiner, Lothar. Adat dan Injil. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.

Soekanto, Soerjono, dan Budi Sulistyowati. Sosiologi: suatu pengantar. Jakart: PT Raja Grafindo Persada, 2019.

Teguh Pramono. “Reposisi Penyampaian Injil Berdasarkan Amanat Agung.” In Implikasi Pengajaran Teologi Praktika. Banten: Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju, 2020.

Telaumbanua, Tuhoni, dan Uwe Hummel. Salib dan Adu. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Tomatala, Yakub. Penginjilan Masa Kini. Malang: Gandum Mas, 2004.

———. Teologi Kontekstualisasi. Malang: Gandum Mas, 2001.

Trisnamal, Rahmat. “22 Warga Nias Berikrar Masuk Islam di Aceh Barat.” Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Barat, 2019.

Unarto, Erich. Menyingkap Tabir Praktek-Praktek Kuasa Kegelapan. Jakarta: Pustaka Sorgawi, 2007.

Waruwu, Mesirawati. “Implementasi Hubungan Baik terhadap Pemimpin dan Bawahan.” In Implikasi Pengajaran Teologi Praktika. Banten: Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju, n.d.

Wirandyana, Ketut. Legitimasi Kekuasaan pada Budaya Nias. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010.

Wiyoso, Joko, dan Kania Rizky Salsabila. “Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap Perkembangan Tari di Pekalongan.” Jurnal Seni Tari Unnes, 2016.

Zaluchu, Sonny Eli. “Lowalangi: From the name of an ethnic religious figure to the name of God.” African Journal Online, 2021.

———. “Perspektif Antropologi Dan Religi Perkawinan Suku Nias.” Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 14, no. 2 (2020): 108. https://doi.org/10.17977/um020v14i22020p108-119.




DOI: https://doi.org/10.47543/efata.v8i2.67

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Efata telah terdaftar pada situs:

    

View Efata Stats

Online ISSN: 2722-8215

Printed ISSN: 2477-1333

Copyright © Jurnal Efata 2020-2021. All Rights Reserved.